<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5477434656776869242</id><updated>2012-02-17T03:15:53.222+07:00</updated><title type='text'>Sehatlah dari Alam</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://alam-sehat.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alam-sehat.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ronnie.wicak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10983141717106522667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5477434656776869242.post-3818850846163979334</id><published>2008-09-10T14:16:00.002+07:00</published><updated>2008-09-10T14:18:03.466+07:00</updated><title type='text'>Violces</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SMd0k4PHF-I/AAAAAAAAAFg/j89ukVAGTVE/s1600-h/violces1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SMd0k4PHF-I/AAAAAAAAAFg/j89ukVAGTVE/s320/violces1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244288468016109538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;VIOLCES&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama latin: Viola odorata Linn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama daerah: Atanan; Piolces; Ces-cesan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deskripsi tanaman: Terna tak berbatang, tahunan dengan rimpang yang diterapi sisa-sisa tangkai daun dan daun penumpu, dan tunas-tunas berdaun dan merambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habitat: Tumbuh di pegunungan dengan penyinaran yang cukup pada dataran ketinggian 900-1300 m dpl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian tanaman: Daun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan kimia: Asparagin; Kolin; Polin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasiat: Diatoretik; Antiperitik; Diuretik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama simplesia: Violaea Folium&lt;br /&gt;Resep tradisional: &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gangguan syaraf&lt;br /&gt;Daun violces secukupnya; Daun leng-lengan secukupnya; Daun seribu secukupnya; Daun Sambang darah secukupnya; Air secukupnya, Semua bahan tersebut dididihkan, lalu setelah dingin disaring dengan kain bersih, Diminun sedikit demi sedikit sampai habis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5477434656776869242-3818850846163979334?l=alam-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alam-sehat.blogspot.com/feeds/3818850846163979334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5477434656776869242&amp;postID=3818850846163979334' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/3818850846163979334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/3818850846163979334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alam-sehat.blogspot.com/2008/09/violces.html' title='Violces'/><author><name>ronnie.wicak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10983141717106522667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SMd0k4PHF-I/AAAAAAAAAFg/j89ukVAGTVE/s72-c/violces1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5477434656776869242.post-4126822970551888110</id><published>2008-09-09T13:32:00.001+07:00</published><updated>2008-09-09T13:37:17.051+07:00</updated><title type='text'>TERATAI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SMYZjeX9KyI/AAAAAAAAAFY/bHYB08mkLhc/s1600-h/teratai.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SMYZjeX9KyI/AAAAAAAAAFY/bHYB08mkLhc/s320/teratai.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243906913359178530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TERATAI&lt;br /&gt;(Nelumbium nelumbo Druce)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinonim :&lt;br /&gt;= Nelumbiurn nuciferum, Gaertn. = N. speciosum, Wilid. = Nelumbo nucifera, Gaertn. = Nyrnphaea nelumbo, Linn&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Familia : Nymphaeaceae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Lokal :&lt;br /&gt;Padma, seroia, terate, tarate, taratai besar.;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman air menahun yang indah, asli dari daratan Asia. Teratai dibudidayakan di perairan dan kolam, kadang ditemukan tumbuh liar di rawa-rawa. Tanaman air yang tumbuh tegak. Rimpang tebal bersisik, tumbuh menjalar. Daun dan bunga keluar langsung dari rimpangnya yang terikat pada lumpur di dasar kolam. Helaian daun lebar dan bulat, disangga oleh tangkai yang panjang dan bulat berdiameter 0,5-1 cm, panjangnya 75-150 cm. Daun menyembul ke atas permukaan air, menjulang tegak seperti perisai. Permukaan daun berlilin; warnanya hijau keputihan, tepi rata, bagian tengah agak mencekung, tulang daun tersebar dari pusat daun ke arah tepi, diameter 30-50 cm. Bunganya harum, tumbuh menjulang di atas permukaan air dengan tangkai bulat panjang dan kokoh, panjang tangkai bunga 75-200 cm. Diameter bunga 15-25 cm, benang sari banyak kepala sari kuning, mahkota bunga lebar, ada yang engkel dan ada yang dobel dengan warna merah jambu, putih dan kuning. Bunga mekar sehari penuh dari pagi sampai sore hari. Setelah layu, mahkota bunga berguguran sampai akhirnya tersisa dasar bunga yang akan menjadi bakal buah, bentuknya seperti kerucut terbalik dengan permukaan datar semacam spons dan berlubang-lubang berisi 15-30 biji, warnanya hijau kekuningan, kemudian hijau dan akhirnya coklat hitam, garis tengah 6-11 cm. Biji bentuknya bulat seperti kacang tanah, terdapat dalam lubang-lubang buah yang berbentuk seperti sarang tawon. Biji yang sudah tua warnanya hijau kehitaman, umurnya kira-kira 1 bulan sejak bunganya mekar. Daunnya biasa dipakai sebagai bahan pembungkus, rimpang muda dan biji bisa dimakan. Pemeluk agama Budha menganggap bunga ini sebagai lambang kesucian, tercermin dalam berbagai lukisan dan patung yang menggambarkan Sang Budha sedang duduk bersemedi di atas bunga teratai.Komposisi :&lt;br /&gt;SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Biji: Memelihara kondisi jantung, bermanfaat bagi ginjal dan menguatkan limpa. Tunas biji teratai: Menghilangkan panas dalam di jantung, menurunkan panas, menghentikan perdarahan, menahan ejakulasi dini. Kulit biji teratai: Menghentikan perdarahan, Menghilangkan panas dalam di lambung, mengeluarkan panas dan lembab dari usus. Benangsari (kumis bunga teratai): Menghilangkan panas dari jantung, menguatkan fungsi ginjal, menahan ejakulasi dini dan menghentikan perdarahan. Penyangga bunga: Membuyarkan darah beku, menghentikan perdarahan, menolak lembab. Batang teratai (tangkai daun, tangkai bunga): Menurunkan panas dan memperlancar kencing. Daun: Membersihkan panas dan menghilangkan lembab, menaikkan yang jernih, menghentikan perdarahan. Dasar daun: Menurunkan panas dan menghilangkan lembab, menormalkan menstruasi, menguatkan kehamilan. Rimpang: Dimakan mentah berkhasiat menurunkan panas, mendinginkan darah yang panas dan membuyarkan darah beku. Bila dimasak, berkhasiat menguatkan limpa, menambah selera makan, penambah darah, membantu pertumbuhan otot dan menyembuhkan diare. Akar: Menghentikan perdarahan, membuyarkan darah beku, penenang. Tepung rimpang: Menghentikan perdarahan, menambah darah, mengatur fungsi ginjal dan limpa. KANDUNGAN KIMIA: Bunga: Quercetin, luteolin, isoquercitrin, kaempferol. Benangsari: Quercetin, luteolin, isoquercitrin, galuteolin, juga terdapat alkaloid. Penyangga bunga (reseptacle): Protein, lemak, karbohidrat, caroten, asam nikotinat, vitamin B1, B2, C dan sedikit mengandung nelumbine. Biji: Kaya akan pati, juga mengandung raffinose, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, phosphor dan besi. Kulit biji teratai mengandung nuciferine, oxoushinsunine, N- norarmepavine. Tunas biji teratai: Liensinine, isoliensinine, neferine, nuciferine, pronuciferine, lotusine, methylcorypalline, demethylcoclaurine, galuteolin, hyperin, rutin. Rimpang: Pati, protein, asparagine, vitamin C. Selain itu juga mengandung catechol, d-gallocatechol, neochlorogenic acid, leucocyanidin, leucodelphinidin, peroxidase, dll. Akar: Zat tannic dan asparagine. Daun: Roemerine, nuciferine, nornuciferine, armepavine, pronuciferine, N-nornuciferine, D-N-methylcoclaurine, anonaine, liriodenine, quercetin, isoquercitrin, nelumboside, citric acid, tartaric acid, malic acid, gluconic acid, oxalic acid, succinic acid, zat tannic, dll. Dasar daun teratai: Roemerine, nuciferine dan nornuciferine. Tangkai daun: Roemerine, nornuciferine, resin dan zat tannic. Oxoushinsunine yang terdapat pada kulit biji teratai berkhasiat menekan perkembangan kanker hidung dan tenggorokan, sedangkan biji dan tangkai teratai berkhasiat anti hipertensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit Yang Dapat Diobati :&lt;br /&gt;Diare, disentri, keputihan, kanker nasopharynx, demam, insomnia; Hipertensi, muntah darah, mimisan, batuk darah, sakit jantung; Beri-beri, sakit kepala, berak dan kencing darah, anemia, ejakulasi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGIAN YANG DIPAKAI:&lt;br /&gt;Seluruh tanaman. Rimpang, daun dan tangkai, bunga dan benang sari, biji dan penyangga bunga yang seperti sarang tawon/spons (reseptacle), serta tunas biji. Pemakaian segar atau yang telah dikeringkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEGUNAAN:&lt;br /&gt;Biji:&lt;br /&gt;- Gangguan penyerapan makanan (malabsorbtion).&lt;br /&gt;- Diare karena badan lernah, radang usus kronis (enteritis kronis).&lt;br /&gt;Disentri.&lt;br /&gt;- Muntah-muntah.&lt;br /&gt;- Keputihan, perdarahan pada wanita.&lt;br /&gt;- Mimpi basah (spermatorrhea).&lt;br /&gt;- Susah tidur, banyak mimpi.&lt;br /&gt;- Kencing terasa sakit dan keruh.&lt;br /&gt;- lesu tidak bersemangat (neurasthenia).&lt;br /&gt;- Kanker nasopharynx.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunas biji teratai:&lt;br /&gt;- Demam, rasa haus.&lt;br /&gt;- Jantung berdebar, gelisah.&lt;br /&gt;- Muntah darah.&lt;br /&gt;- Ejakulasi dini.&lt;br /&gt;- Mata merah dan bengkak.&lt;br /&gt;- Susah tidur (insomnia).&lt;br /&gt;- Darah tinggi (hipertensi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banang sari:&lt;br /&gt;- keluar sperma malam hari (sperrnatorrhea).&lt;br /&gt;- Keputihan (leucorrhea).&lt;br /&gt;- Perdarahan seperti muntah darah, disentri.&lt;br /&gt;- sering kencing.&lt;br /&gt;- Tidak dapat menahan kencing (enuresis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remptacle:&lt;br /&gt;- Perdarahan kandungan yang berlebihan.&lt;br /&gt;- Darah haid berlebihan.&lt;br /&gt;- Perdarahan sewaktu hamil.&lt;br /&gt;- Keluar cairan (lochia) yang berlebihan setelah melahirkan.&lt;br /&gt;- Sakit perut bawah akibat sumbatan darah.&lt;br /&gt;- Berak darah, kencing darah.&lt;br /&gt;- Wasir, koreng basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rimpang:&lt;br /&gt;- Demam, rasa haus.&lt;br /&gt;- Batuk darah, muntah darah, mimisan.&lt;br /&gt;- Berak darah, kencing darah. Tekanan darah tinggi.&lt;br /&gt;- Sakit jantung.&lt;br /&gt;- Gangguan lambung.&lt;br /&gt;- Kurang darah (anemia).&lt;br /&gt;- Gangguan pada mati haid (menopause).&lt;br /&gt;- Neurosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akar:&lt;br /&gt;- Muntah darah, mimisan.&lt;br /&gt;- Kencing panas dan merah.&lt;br /&gt;- Batuk darah, berak darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun:&lt;br /&gt;- Pingsan karena hawa panas (heat stroke).&lt;br /&gt;- Diare karena panas atau lembab.&lt;br /&gt;- Pusing, sakit kepala.&lt;br /&gt;- Beri-beri.&lt;br /&gt;- Perdarahan seperti mimisan, muntah darah, berak darah.&lt;br /&gt;- Perdarahan pada wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar daun:&lt;br /&gt;- Disentri berdarah, diare.&lt;br /&gt;- Bayi dalam kandungan tidak tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batang:&lt;br /&gt;- Heat stroke, pingsan.&lt;br /&gt;- Dada terasa tertekan karena panas atau lembab.&lt;br /&gt;- Diare, muntah.&lt;br /&gt;- Keputihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga:&lt;br /&gt;- Terpukul (trauma).&lt;br /&gt;- Perdarahan.&lt;br /&gt;- Radang kulit bernanah (impetigo).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepung rimpang:&lt;br /&gt;- Menambah selera makan,&lt;br /&gt;- Badan lemah dan kurang darah.&lt;br /&gt;- Diare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMAKAIAN:&lt;br /&gt;Untuk minum:&lt;br /&gt;Rimpang: 240 g. Direbus atau di juice.&lt;br /&gt;Daun: 5-12 g, rebus.&lt;br /&gt;Tangkai: 3-5 g, rebus.&lt;br /&gt;Bunga. 3-5 g, rebus.&lt;br /&gt;Benang sari: 3-10 g, rebus.&lt;br /&gt;Receptacle: 10-15 g, rebus.&lt;br /&gt;Biji: 5-12 g, rebus.&lt;br /&gt;Tunas biji teratai: 1,5-3 g, rebus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA PEMAKAIAN:&lt;br /&gt;1. Batuk darah, muntah darah:&lt;br /&gt;Rimpang teratai dicuci bersih lalu dijuice, sampai terkumpul 1 gelas&lt;br /&gt;ukuran 200 cc. Minum, lakukan selama 3-5 hari berturut-turut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Muntah, diare :&lt;br /&gt;50 g rimpang teratai dan 15 g jahe dicuci lalu dijuice atau diparut,&lt;br /&gt;ambil airnya. Minum, sehari 3 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Disentri:&lt;br /&gt;50 g rimpang teratai dan 10 g jahe, diparut atau dijuice. Air&lt;br /&gt;perasannya ditambahkan 10O cc air, lalu dipanaskan sampai&lt;br /&gt;mendidih. Setelah dingin tambahkan 1 sendok makan madu, diaduk&lt;br /&gt;lalu diminum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Darah tinggi:&lt;br /&gt;a. 10 g biji teratai dan 15 g tunas biji teratai. (lien sim), direbus&lt;br /&gt;dengan 350 cc air sampai tersisa 200 cc. Minum setiap hari&lt;br /&gt;seperti teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tunas biji teratai (lien sim) sebanyak 10-15 g direbus dengan air&lt;br /&gt;secukupnya sampai mendidih, minum sebagai teh. Dapat juga&lt;br /&gt;tunas biji teratai digiling halus, seduh dengan air panas, minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Panas dalam, gondokan, juga bermanfaat untuk penderita jantung&lt;br /&gt;dan lever:&lt;br /&gt;100 g rimpang teratai dan 50 g rimpang segar alang-alang, dicuci&lt;br /&gt;lalu dipotong-potong secukupnya. Rebus dengan 500 cc air bersih&lt;br /&gt;sampai tersisa 250 cc. Setelah dingin disaring, minum seperti teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Keluar darah dari hidung (mimisan):&lt;br /&gt;Ruas akar teratai dicuci bersih lalu dijuice. Airnya diteteskan ke&lt;br /&gt;hidung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5477434656776869242-4126822970551888110?l=alam-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alam-sehat.blogspot.com/feeds/4126822970551888110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5477434656776869242&amp;postID=4126822970551888110' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/4126822970551888110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/4126822970551888110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alam-sehat.blogspot.com/2008/09/teratai.html' title='TERATAI'/><author><name>ronnie.wicak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10983141717106522667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SMYZjeX9KyI/AAAAAAAAAFY/bHYB08mkLhc/s72-c/teratai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5477434656776869242.post-5718394292666316815</id><published>2008-09-04T13:02:00.001+07:00</published><updated>2008-09-04T13:04:58.335+07:00</updated><title type='text'>PEGAGAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SL96bV6rRiI/AAAAAAAAAFA/ehzoDF7oydg/s1600-h/pegagan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SL96bV6rRiI/AAAAAAAAAFA/ehzoDF7oydg/s320/pegagan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242043101440853538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;[Centella Asiatica]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Famili :  Umbelliferae atau Apiaceae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah :  Rumput kaki kuda, Antanan gede, Panegowang atau kisu-kisu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Centella terdiri dari sekitar 40 spesies dengan ragam yang berbeda-beda di Indonesia, dimana penyebarannya terbatas, kecuali C.asiatica yang penyebarannya sampai Asia Tenggara dan meluas ke berbagai negara sub-tropis.  Tanaman ini telah digunakan untuk proses penyembuhan agar lebih baik, perbaikan ingatan, kanker, kekebalan, jamu, penyakit pernafasan, perawatan penyakit pada kulit (seperti psoriasis dan eczema), memperbaiki bekas luka, nyeri haid, menguatkan urat, pembersih darah, tekanan darah tinggi, obat penenang, obat anti-stress, anti-cemas, dan perangsang, peningkat kekebalan, dan penyesuaian tubuh, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat Kimiawi :  Asiaticoside, thankunside, isothankunside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, madasiatic acid, meso-inosetol, centellose, carotenoids, garam K, Na, Ca, Fe, vellarine, tatin, mucilago, resin, pektin, gula, vitamin B&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Efek Farmakologis :  Sifatnya manis dan sejuk, anti infeksi, anti racun, penurun panas, asiaticoside dan vellarine. Daun : sebagai atringensia dan tonikum ; Pegagan dikenal untuk revitalisasi tubuh dan otak yang lelah dan untuk kesuburan wanita. Memperbaiki sirkulasi dengan revitalisasi pembuluh darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian tanaman yang digunakan : Seluruh tanaman&lt;br /&gt;Cara budidaya :   Menggunakan stolon dan akar tunggang (bonggol). Stolon berakar/bertunas dipotong-potong sepanjang 2.5 cm dan tanam langsung. Dalam 14 hari sudah tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1  Infeksi batu saluran kencing/kencing keruh : rebus 30 gr daun segar dgn air beras bilasan.&lt;br /&gt;2  Susah kencing : Lumatkan 30 gr pegagan segar, tempel dipusar.&lt;br /&gt;3  Pembengkakan hati : rebus 240-600 gr pegagan segar dan minum secara rutin &lt;br /&gt;4  Campak : Rebus 60 -120 gr pegagan segar, minum secara rutin. &lt;br /&gt;5  Bisul : pegagan segar 30-60 gr, direbus, diminum, pegagan segar dilumatkan dan ditempel ke bisul&lt;br /&gt;6  Mata merah, bengkak : pegagan, cuci bersih, lumatkan dan saring, airnya diteteskan ke mata 3-4 x sehari&lt;br /&gt;7  Batuk darah, muntah darah, mimisan : Rebus 60-90 gr daun segar dan diminum &lt;br /&gt;8  Batuk kering : segenggaman segar dilumatkan, peras dan ditambah air serta gula batu secukupnya lalu minum&lt;br /&gt;9  Darah Tinggi : Daun 20 lb, direbus dengan 3 gls air menjadi 2.25 gls, minum 3 x 1/4 gelas&lt;br /&gt;10  Wasir : rebus 3-4 pohon pegagan dengan 2 gelas air selama 5 menit lalu diminum.&lt;br /&gt;11  Keracunan gelsemium, elegans, arsenic : rebus 15-30 gr segar lalu minum&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5477434656776869242-5718394292666316815?l=alam-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alam-sehat.blogspot.com/feeds/5718394292666316815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5477434656776869242&amp;postID=5718394292666316815' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/5718394292666316815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/5718394292666316815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alam-sehat.blogspot.com/2008/09/pegagan.html' title='PEGAGAN'/><author><name>ronnie.wicak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10983141717106522667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SL96bV6rRiI/AAAAAAAAAFA/ehzoDF7oydg/s72-c/pegagan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5477434656776869242.post-3041784126101336620</id><published>2008-08-28T09:21:00.002+07:00</published><updated>2008-08-28T09:25:13.997+07:00</updated><title type='text'>MENGKUDU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SLYMOqjA8DI/AAAAAAAAAEg/UnUT1gLUv64/s1600-h/mengkudu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SLYMOqjA8DI/AAAAAAAAAEg/UnUT1gLUv64/s320/mengkudu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239388662571003954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nama latin: Morinda citrifolia L.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinonim : Bancudus latifolia, Rumph&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Familia : Rubiaceae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama daerah: Mengkudu; Kudu; Kemudu; Cangkudu; Bengkudu; Keumudu; Lengkudu; Bakudu; Kodhuk; Pace; Benthis; Makudu; Mekudu; Bingkudu; Wangkudu; Kungkudu; Manakudu; Bangkulu; Pamarae; Neteu; Labannan; Tibah; Ai-kombo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deskripsi tanaman: Mengkudu (MORINDA CITRIFOLIA) termasuk jenis kopi-kopian. Mengkudu dapat tumbuh di dataran rendah sampai pada ketinggian tanah 1500 meter diatas permukaan laut. Mengkudu merupakan tumbuhan asli dari Indonesi. Tumbuhan ini mempunyai batang tidak terlalu besar dengan tinggi pohon 3-8 m. Daunnya bersusun berhadapan, panjang daun 20-40 cm dan lebar 7-15 cm. Bunganya berbentuk bungan bongkol yang kecil-kecil dan berwarna putih. Buahnya berwarna hijau mengkilap dan berwujud buah buni berbentuk lonjong dengan variasi trotol-trotol. Bijinya banyak dan kecil-kecil terdapat dalam daging buah. Pada umumnya tumbuhan mengkudu berkembang biak secara liar di hutan-hutan atau dipelihara orang pinggiran-pinggiran kebun rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habitat: Tumbuh liar di tepi pantai dan ditanam di seluruh Nusantara. Tumbuhan ini dapat tumbuh pada lahan dengan ketinggian 1-1500 m dpl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian tanaman yang digunakan: Buah ; Akar ; Daun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi :&lt;br /&gt;Buah buni tumbuhan mengkudu yang telah masak mempunyai aroma yang tidak sedap, namun mengandung sejumlah zat yang berkhasiat untuk pengobatan. Adapun kandungan zat tersebut antara lain morinda diol, morindone, morindin, damnacanthal, metil asetil, asam kapril, sorandiyiol, Alkalaoid; Antrakuinon; Alzarin;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasiat: Hipotensif; Autelmintik; Emenagog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama simplesia: Morindae citrifoliae Fructus&lt;br /&gt;Resep tradisional: &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Amandel&lt;br /&gt;Buah mengkudu (parut)1 buah; Air matang 100 ml, Diseduh lalu beningannya ditambah madu satu sendok teh, Untuk berkumur; ramuan tidak berbahaya bila tertelan.&lt;br /&gt;Limpa membesar&lt;br /&gt;Buah mengkudu (parut)2 buah; Cuka encer sedikit, Peras dan saring, Diminum 1 hari sekali 1 ramuan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sariawan&lt;br /&gt;Buah mengkudu (parut)1 buah; Buah pisang batu 2 buah; Air 110 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.&lt;br /&gt;Tekanan darah tinggi, Buah mengkudu (parut)1 buah; Air matang 100 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.&lt;br /&gt;Hipertensi&lt;br /&gt;Bahan: 2 buah Mengkudu yang telah masak di pohon dan 1 sendok&lt;br /&gt;makan madu.&lt;br /&gt;Cara Membuat: buah mengkudu diperas untuk diambil airnya,&lt;br /&gt;kemudian dicampur dengan madu sampai merata dan disaring.&lt;br /&gt;Cara menggunakan: diminum dan diulangi 2 hari sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakit Kuning&lt;br /&gt;Bahan: 2 buah Mengkudu yang telah masak di pohon dan 1 potong&lt;br /&gt;gula batu.&lt;br /&gt;Cara Membuat: buah mengkudu diperas untuk diambil airnya,&lt;br /&gt;kemudian dicampur dengan madu sampai merata dan disaring.&lt;br /&gt;Cara menggunakan : diminum dan diulangi 2 hari sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demam (masuk angin dan infuenza)&lt;br /&gt;Bahan: 1 buah Mengkudu dan 1 rimpang kencur;&lt;br /&gt;Cara Membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air&lt;br /&gt;sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.&lt;br /&gt;Cara menggunakan : diminum 2 kali 1 hari, pagi dan sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batuk&lt;br /&gt;Bahan: 1 buah Mengkudu dan ½ genggam daun poo (bujanggut);&lt;br /&gt;Cara Membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air&lt;br /&gt;sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.&lt;br /&gt;Cara menggunakan : diminum 2 kali 1 hari, pagi dan sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakit Perut&lt;br /&gt;Bahan: 2-3 daun Mengkudu&lt;br /&gt;Cara Membuat: ditumbuk halus, ditambah garam dan diseduh air&lt;br /&gt;panas.&lt;br /&gt;Cara menggunakan: setelah dingin disaring dan diminum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghilangkan sisik pada kaki&lt;br /&gt;Bahan: buah Mengkudu yang sudah masak di pohon.&lt;br /&gt;Cara menggunakan: bagian kaki yang bersiisik digosok dengan buah&lt;br /&gt;mengkudu tersebut sampai merata, dan dibiarkan selama 5-10 menit,&lt;br /&gt;kemudian dibersihkan dengan kain bersih yang dibasahi dengan air&lt;br /&gt;hangat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5477434656776869242-3041784126101336620?l=alam-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alam-sehat.blogspot.com/feeds/3041784126101336620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5477434656776869242&amp;postID=3041784126101336620' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/3041784126101336620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/3041784126101336620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alam-sehat.blogspot.com/2008/08/mengkudu.html' title='MENGKUDU'/><author><name>ronnie.wicak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10983141717106522667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SLYMOqjA8DI/AAAAAAAAAEg/UnUT1gLUv64/s72-c/mengkudu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5477434656776869242.post-4755960829152438600</id><published>2008-08-27T07:58:00.002+07:00</published><updated>2008-08-27T08:01:57.090+07:00</updated><title type='text'>LIDAH BUAYA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SLSnX-ckP_I/AAAAAAAAAEY/CgK_MOy0uqE/s1600-h/lidahbuaya.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SLSnX-ckP_I/AAAAAAAAAEY/CgK_MOy0uqE/s320/lidahbuaya.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238996296880373746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nama latin: Aloe vera Linn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinonim :&lt;br /&gt;Aloe barbadensis, Mill. Aloe vulgaris, Lamk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Familia :&lt;br /&gt;Liliaceae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama daerah:  Ilat boyo; Letah buaya; Jadam Lidah buaya (Indonesia), Crocodiles tongues (Inggris); Jadam (Malaysia), Salvila (Spanyol), Lu hui (Cina);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deskripsi tanaman: Tumbuhan liar di tempat yang berhawa panas atau ditanam orang di pot dan pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Daunnya agak runcing berbentuk taji, tebal, getas, tepinya bergerigi/ berduri kecil, permukaan berbintik-bintik, panjang 15-36 cm, lebar 2-6 cm, bunga bertangkai yang panjangnya 60-90 cm, bunga berwarna kuning kemerahan (jingga), Banyak di Afrika bagian Utara, Hindia Barat. a. Batang Tanaman Aloe Vera berbatang pendek. Batangnya tidak kelihatan karena tertutup oleh daun-daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. Melalui batang ini akan muncul tunas-tunas yang selanjutnya menjadikan anakan. Aloe Vera yang bertangkai panjang juga muncul dari batang melalui celah-celah atau ketiak daun. Batang Aloe Vera juga dapat disetek untuk perbanyakan tanaman. Peremajaan tanaman ini dilakukan dengan memangkas habis daun dan batangnya, kemudian dari sisa tunggul batang ini akan muncul tunas-tunas baru atau anakan. b. Daun Daun tanaman Aloe Vera berbentuk pita dengan helaian yang memanjang. Daunnya berdaging tebal, tidak bertulang, berwarna hijau keabu-abuan, bersifaat sukulen (banyak mengandung air) dan banyak mengandung getah atau lendir (gel) sebagai bahan baku obat. Tanaman lidah buaya tahan terhadap kekeringan karena di dalam daun banyak tersimpan cadangan air yang dapat dimanfaatkan pada waktu kekurangan air. Bentuk daunnya menyerupai pedang dengan ujung meruncing, permukaan daun dilapisi lilin, dengan duri lemas dipinggirnya. Panjang daun dapat mencapai 50 - 75 cm, dengan berat 0,5 kg - 1 kg, daun melingkar rapat di sekeliling batang bersaf-saf. c. Bunga Bunga Aloe Vera berwarna kuning atau kemerahan berupa pipa yang mengumpul, keluar dari ketiak daun. Bunga berukuran kecil, tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan, dan panjangnya bisa mencapai 1 meter. Bunga biasanya muncul bila ditanam di pegunungan. d. Akar Akar tanaman Aloe Vera berupa akar serabut yang pendek dan berada di permukaan tanah. Panjang akar berkisar antara 50 - 100 cm. Untuk pertumbuhannya tanaman menghendaki tanah yang subur dan gembur di bagian atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habitat: Tumbuh liar di tempat yang berhawa panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian tanaman yang digunakan: Daging daun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi :&lt;br /&gt;SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa pahit, dingin. Anti radang, pencahar (Laxative), parasitiside. Herba ini masuk ke meridian jantung, hati dan pancreas. KANDUNGAN KIMIA: Aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloe-emodin, aloenin, aloesin, Betabarboloin; Damar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasiat: Anti inflamasi; Laksatif; Stomakik; Ekspektoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama simplesia: Succus Aloe inspissatus&lt;br /&gt;Resep tradisional: &lt;br /&gt;BAGIAN YANG DIPAKAI: Daun, bunga, akar, pemakaian segar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEGUNAAN:&lt;br /&gt;1. Sakit kepala, pusing.&lt;br /&gt;2. Sembelit (Constipation).&lt;br /&gt;3. Kejang pada anak, kurang gizi (Malnutrition).&lt;br /&gt;4. Batuk rejan (Pertussis), muntah darah.&lt;br /&gt;5. Kencing manis (DM), wasir.&lt;br /&gt;6. Peluruh. haid.&lt;br /&gt;7. Penyubur rambut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMAKAIAN:&lt;br /&gt;Daun.. 10 - 15 gram, bila berbentuk pil: 1,5 - 3 gram.&lt;br /&gt;Atau berupa bubuk (tepung) untuk pemakaian topikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMAKAIAN LUAR:&lt;br /&gt;Daun dipakai untuk koreng, eczema, bisul, terbakar, tersiram air panas, sakit kepala (sebagai pilis), caries dentis (gigi berlubang), penyubur rambut.&lt;br /&gt;a. Penyubur rambut:&lt;br /&gt;Daun lidah buaya segar secukupnya dibelah, diambil bagian dalam&lt;br /&gt;yang rupanya seperti agar-agar, digosokkan ke kulit kepala sesudah&lt;br /&gt;mandi sore, kemudian dibungkus dengan kain, keesokan harinya&lt;br /&gt;rambut dicuci. Dipakai setiap hari selama 3 bulan untuk mencapai&lt;br /&gt;hasil yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Luka terbakar dan tersiram air panas (yang ringan):&lt;br /&gt;Daun dicuci bersih, ambil bagian dalamnya, tempelkan pada bagian&lt;br /&gt;tubuh yang terkena api/air panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Bisul:&lt;br /&gt;Daun dilumatkan ditambah sedikit garam, tempelkan pada bisulnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5477434656776869242-4755960829152438600?l=alam-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alam-sehat.blogspot.com/feeds/4755960829152438600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5477434656776869242&amp;postID=4755960829152438600' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/4755960829152438600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/4755960829152438600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alam-sehat.blogspot.com/2008/08/lidah-buaya.html' title='LIDAH BUAYA'/><author><name>ronnie.wicak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10983141717106522667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SLSnX-ckP_I/AAAAAAAAAEY/CgK_MOy0uqE/s72-c/lidahbuaya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5477434656776869242.post-2182012141869502376</id><published>2008-08-21T07:30:00.002+07:00</published><updated>2008-08-21T07:32:28.284+07:00</updated><title type='text'>ILER</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SKy3i_yU94I/AAAAAAAAAEQ/xDElK2DNqEI/s1600-h/iler.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SKy3i_yU94I/AAAAAAAAAEQ/xDElK2DNqEI/s320/iler.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236762278591002498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Nama latin:&lt;/strong&gt; Coleus atropurpureus Benth.                                                                                                  &lt;/span&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;                                                                                                &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Nama daerah:&lt;/strong&gt; Miana; Jawer kotok; Kentangan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;                                                                                                &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Deskripsi tanaman&lt;/strong&gt;: Tumbuhan secara liar diladang atau dikebun-kebun bisa digunakan sebagai tanaman hias. Berbatang basah yang tingginya mencapai 1 meter. Daunnya berbentuk segitiga atau bentuk bulat telur dengan warna yang sangat bervariasi dari hijau hingga merah ungu berbulu, dan tepinya beringgit. Bunganya berwarna merah atau putih, ungu atau kuning. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;                                                                                                &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Habitat: &lt;/strong&gt;Dapat tumbuh liar di ladang-ladang, di kebun-kebun sebagai tanaman hias. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;                                                                                                &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Bagian tanaman yang digunakan:&lt;/strong&gt; Daun                                                                                                  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;                                                                                                &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Kandungan kimia&lt;/strong&gt;: Lendir; Minyak atsiri; Alkaloid; Flavonoid; Saponin. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;                                                                                                &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Khasiat:&lt;/strong&gt; Emenagog; Anti bengkak                                                                                                  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;                                                                                                &lt;strong&gt;Nama simplesia:&lt;/strong&gt; Plectranthi scutellaroidi Folia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;                                                                                                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;                                                                                                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;address  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;strong&gt;Resep tradisional:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Habis bersalin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;Daun iler segar 12 helai; Herba jung Rahab (abunya)1 sendok teh; Asam kawak secukupnya; Air secukupnya, Herba jung rahab secukupnya dibakar dan diambil abunya. Ramuan dipipis hingga berbentuk pasta, Ditapalkan di perut.  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Radang usus&lt;/span&gt;: &lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;   &lt;address  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;Daun iler segar 12 helai; Bawang merah (disangrai)1 umbi; Rimpang kunyit 2 g; Herb apatikan cina segar 7 g; Menyan madu 1/2 g; Air 110 ml, Dibuat infus atau dipipis, Diminum 2 kali sehari; pagi dan sore; tiap kali minum 100 ml (infus)atau 1/4 cangkir (pipisan).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Wasir&lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;Daun iler segar 12 helai; Daun wungu segar 7 helai; Herba pegagan segar 1 genggam secukupnya; Air secukupnya, Dipipis, Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5477434656776869242-2182012141869502376?l=alam-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alam-sehat.blogspot.com/feeds/2182012141869502376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5477434656776869242&amp;postID=2182012141869502376' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/2182012141869502376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/2182012141869502376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alam-sehat.blogspot.com/2008/08/iler.html' title='ILER'/><author><name>ronnie.wicak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10983141717106522667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SKy3i_yU94I/AAAAAAAAAEQ/xDElK2DNqEI/s72-c/iler.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5477434656776869242.post-9121745710711697546</id><published>2008-08-20T09:54:00.001+07:00</published><updated>2008-08-20T09:55:52.970+07:00</updated><title type='text'>GANDA RUSA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SKuHjDEG5_I/AAAAAAAAAEA/Itm59GWcC78/s1600-h/gandurusa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 275px; height: 193px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SKuHjDEG5_I/AAAAAAAAAEA/Itm59GWcC78/s320/gandurusa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236428027936040946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Nama latin: &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Justica gendarrusa L.                                                                                                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Nama daerah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;: Besi-besi; Handarusa; Gondarusa; Ghandarusa; Gandarisa; Tatok &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Deskripsi tanaman:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; Tanaman perdu, tegak, tinggi lebih kurang 1,8 meter. Batang berkayu, segi empat, bercabang, beruas, berwarna cokelat. Daun tunggal, bentuk lanset, panjang 3-6 cm, lebar 1,5-3,5 cm, bertulang menyirip, warna hijau tua. Bunga majemuk, bentuk malai, panjang 3-12 cm, mahkota bentuk tabung, berbibir dua, berwarna ungu. Buah bentuk gada, berbiji empat, licin, masih muda berwarna hijau setelah tua hitam. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Habitat:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; Tanaman ini tumbuh liar di hutan dan sering dijumpai sebagai tanaman pagar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Bagian tanaman yang digunakan:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; Seluruh bagian tumbuhan &lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Kandungan kimia:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; Alkaloid; Saponin; Flavonoid; Polifenol; Alkaloid yustisina; Minyak atsiri. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Khasiat:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; Analgesik; Antipiretik; Diaforetik; Diuretik; Sedatif&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Nama simplesia:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; Gendarussae Folium&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Resep tradisional:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Memar&lt;/span&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;Daun gandarusa segar beberapa helai; Minyak kelapa secukupnya, Dilayukan di atas api kecil, Ditempelkan pada kulit yang memar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;Sakit kepala:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;Daun gandarusa segar beberapa helai; Lada beberapa butir; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Diborehkan pada pelipis dan dahi, bila perlu dibalut dengan kain basah; diulang setiap 3 jam. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;Rematik:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;Daun gandarusa segar beberapa helai; Daun kecubung segar beberapa helai; Lada hitam beberapa butir; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Diborehkan pada bagian yang nyeri; bila perlu dibalut dengan kain basah; diulang setiap 3 jam; tidak dianjurkan bagi ibu hamil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5477434656776869242-9121745710711697546?l=alam-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alam-sehat.blogspot.com/feeds/9121745710711697546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5477434656776869242&amp;postID=9121745710711697546' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/9121745710711697546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/9121745710711697546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alam-sehat.blogspot.com/2008/08/ganda-rusa.html' title='GANDA RUSA'/><author><name>ronnie.wicak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10983141717106522667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SKuHjDEG5_I/AAAAAAAAAEA/Itm59GWcC78/s72-c/gandurusa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5477434656776869242.post-5766109366859684297</id><published>2008-08-19T10:54:00.005+07:00</published><updated>2008-08-19T11:05:07.024+07:00</updated><title type='text'>Ekor Kucing</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SKpFb_cBozI/AAAAAAAAADw/chW2BR2C3Xw/s1600-h/ekorkucing.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236073863959388978" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 247px; CURSOR: hand; HEIGHT: 201px" height="217" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SKpFb_cBozI/AAAAAAAAADw/chW2BR2C3Xw/s320/ekorkucing.jpg" width="247" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Acalypha hispida Burm. F&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Famili&lt;/strong&gt; : Euphorbiaceae&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Daerah&lt;/strong&gt; : Jawa : Ekor Kucing, Sunda : Talianjing, Ternate : Lofiti&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Asing&lt;/strong&gt; : Cat’s tail, Gou Wei Hong (Cina)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sifat Kimiawi&lt;/strong&gt; : Kaya kandungan kimia antara lain acalyphin, flavonoid, saponin, tanin. Penutup luka dan Peluruh air seni.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Efek Farmakologis&lt;/strong&gt; : Dalam farmakologi Cina, tanaman ini bersifat Rasa manis, Sejuk, Kelat dan menghentikan pendarahan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagian tanaman yang digunakan&lt;/strong&gt; : Untai bunga dan daun.Cara budidaya : Perbanyakan tanam-an dg menggunakan stek batang. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dg cara penyiraman yg cukup, menjaga kelembaban dan pe-mupukan terutama pupuk dasar&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Resep tradisional &lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;MUNTAH DARAH&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; : Bunga di kunyah mentah bersama pinang putih, kalau perlu tambah jahe sedikit, kencur, daun pule yang masih muda. Lakukan sepanjang hari. Atau bunga dilumatkan bersama gula sama banyak, makan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;DISENTRI&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; : Untai bunga 10-30 gram, direbus, minum.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;RADANG USUS&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; : Untai bunga 10-30 gram, direbus, minum.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;CACINGAN&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; : Untai bunga 10-30 gram, direbus, minum.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;KUSTA&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; : Daun secukupnya di cuci bersih, tambahkan kencur secukupnya, ditumbuk halus sampai jadi seperti bubur. Di pakai untuk mengoles bagian badan yang luka. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5477434656776869242-5766109366859684297?l=alam-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alam-sehat.blogspot.com/feeds/5766109366859684297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5477434656776869242&amp;postID=5766109366859684297' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/5766109366859684297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/5766109366859684297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alam-sehat.blogspot.com/2008/08/ekor-kucing.html' title='Ekor Kucing'/><author><name>ronnie.wicak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10983141717106522667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SKpFb_cBozI/AAAAAAAAADw/chW2BR2C3Xw/s72-c/ekorkucing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5477434656776869242.post-8599062900206295275</id><published>2008-08-17T08:00:00.000+07:00</published><updated>2008-08-17T08:00:00.447+07:00</updated><title type='text'>DAUN SIRIH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SKPNafrEfOI/AAAAAAAAADg/61xt4i93w3k/s1600-h/sirih.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SKPNafrEfOI/AAAAAAAAADg/61xt4i93w3k/s320/sirih.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234253046997089506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Nama latin:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; Piperbetie L.                                                                                                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Nama daerah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;: Sirih; Suruh                                                                                                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Deskripsi tanaman:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; Perdu, merambat, batang berkayu, berbuku-buku, bersalur, berwarna hijau keabu-abuan. Daun tunggal, bulat panjang, berwarna kuning kehijauan sampai hijau tua, yang sudah bisa dipetik biasanya sudah selebar 10 cm, panjang 15 cm. Buah buni, bulat, berwarna hijau keabu-abuan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Habitat:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; Tanaman ini dapat tumbuh di daerah yang lembab. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Bagian tanaman yang digunakan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;: Daun &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Kandungan kimia&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;: Eugenol; Metil eugenol; Karvakral; Kavikal; Alil katekal; Kalribetol; Sineol; Estragol; Karoten; Tiamin; Riboflavin; Asam nikotinat; Vitamin C; Tanin; Gula; Pati; Asam amino &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Khasiat:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; Astringen; Ekspektoran; Sialagoga; Hemostatik; Antiseptik &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Nama simplesia:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; Piperis Folium&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Resep tradisional:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;Kaki bengkak:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;Daun sirih 2 helai; Cabai jawa 3 buah; Lempuyang emprit 1 rimpang; Beras sedikit; Air sedikit; Arak secukupnya, Ramuan dihaluskan dengan bantuan sedikit air; kemudian ditambah arak secukupnya, Digosokkan pada kaki yang bengkak sebelum tidur. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;Keputihan:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;Daun sirih 2 helai; Daun Jambu biji 5 helai; Air 210 ml, Dibuat infus, Dicebokkan 2 kali sehari. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;Malaria:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;Daun sirih segar 20 helai; Daun sembung 20 helai; Daun asam 1 genggam; Daun beluntas 20 helai; Kulit kayu pulai 3 jari tangan; Air 2 panci, Dididihkan, Uapnya digunakan untuk mandi ukub(mandi uap). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;Napas/mulut bau:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;Daun sirih 3 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Untuk berkumur 2 kali sehari; tiap kali pakai 50 ml. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;Nyeri sendi:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;Buah sirih 5 butir; Lempuyang emprit 1 rimpang; Ragi secukupnya, Dihaluskan ditambahan arak, Digosokkan pada tempat yang nyeri. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;Pendarahan hidung(mimisan):&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;Daun sirih, Diremas dan digulung, Dimasukkan ke dalam hidung. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;Radang mulut:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;Daun sirih 2 helai; Air 110 ml, Dibuat infus, Untuk berkumur 2 kali sehari; tiap kali pakai 100 ml. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;Suara parau dan Batuk:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;Daun sirih 2 g; Buah kapulaga 1 g; air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5477434656776869242-8599062900206295275?l=alam-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alam-sehat.blogspot.com/feeds/8599062900206295275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5477434656776869242&amp;postID=8599062900206295275' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/8599062900206295275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/8599062900206295275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alam-sehat.blogspot.com/2008/08/daun-sirih.html' title='DAUN SIRIH'/><author><name>ronnie.wicak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10983141717106522667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SKPNafrEfOI/AAAAAAAAADg/61xt4i93w3k/s72-c/sirih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5477434656776869242.post-464653823925904067</id><published>2008-08-15T13:10:00.001+07:00</published><updated>2008-08-16T07:53:58.072+07:00</updated><title type='text'>Ciplukan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SKPMyhnSBfI/AAAAAAAAADY/tzzlOY0akeg/s1600-h/ciplukan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SKPMyhnSBfI/AAAAAAAAADY/tzzlOY0akeg/s320/ciplukan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234252360323302898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:85%;color:black;"   &gt;Merupakan tumbuhan semusim, biasanya ditempat kosong yang tidak terlalu becek seperti pinggiran selokan, pinggir kebun dan lereng tebing sungai. Bisa tumbuh baik pada ketinggian 0 - 1800 m dpl.&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;color:black;"  &gt;KLASIFIKASI &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:85%;color:black;"   &gt; - Ciplukan biasa disebut &lt;em&gt;Physallis peruvianna L&lt;/em&gt;., atau &lt;em&gt;Physallis angulata Linn&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;Physallis minina Linn&lt;/em&gt;, termasuk famili tumbuhan &lt;em&gt;Solanaceae&lt;/em&gt;. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah Keceplokan, Nyornyoran atau Cecendet.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;color:black;"  &gt;SIFAT KIMIAWI &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:85%;color:black;"   &gt;- Memiliki berbagai kandungan kimia, yang sudah diketahui a.l : Chlorogenik acid, C27H44O-H2O, Asam sitrun dan fisalin, Buah mengandung asam malat, alkaloid, tanin, kriptoxantin, vitamin C dan gula, sedangkan bijinya mengandung Claidic acid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;color:black;"  &gt;EFEK FARMAKOLOGIS &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:85%;color:black;"   &gt;-  Tumbuhan ini bersifat analgetik, peluruh air seni, menetralkan racun (detoxifies), meredakan batuk, mengaktifkan fungsi kelenjar tubuh. Dalam farmakologi Cina disebutkan tumbuhan ini memiliki rasa pahit dan sifat sejuk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;color:black;"  &gt;BAGIAN TANAMAN YANG BERGUNA &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:85%;color:black;"   &gt;- Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan akar, daun dan buah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:85%;color:black;"   &gt;Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:85%;color:black;"   &gt;1. Influenza dan Sakit tenggorokan - Tanaman 9 - 15 gram direbus air secukupnya dan diminum airnya.&lt;br /&gt;2. Batuk Rejan (pertusis), Bronchitis, Gondongan -  sama seperti pengobatan Influenza&lt;br /&gt;3. Bisul - Daun Ciplukan 1/2 genggam dicuci, digiling halus lalu diturapkan pada bisul dan sekelilingnya, dibalut dan diganti 2x sehari.&lt;br /&gt;4. Borok - sama seperti bisul, hanya ditambah air kapur sirih secukupnya.&lt;br /&gt;5. Kencing Manis - Tanaman direbus 3 gelas air menjadi 1 gelas, saring dan minum.&lt;br /&gt;6. Sakit paru-paru - Tanaman Ciplukan lengkap direbus dengan 3 - 5 gelas air mendidih, saring dan minum airnya 3 x sehari secangkir.&lt;br /&gt;7. Ayan - Buah Ciplukan 8 - 10 buah dimakan tiap hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; BUDI DAYA - Perbanyak tanaman dengan biji. Biji disemai kemudian tanaman muda dipindahkan ketempat penanaman. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau dengan menjaga kelembabab tanah. Disamping itu juga dibutuhkan pemupukan terutama pupuk dasar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5477434656776869242-464653823925904067?l=alam-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alam-sehat.blogspot.com/feeds/464653823925904067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5477434656776869242&amp;postID=464653823925904067' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/464653823925904067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/464653823925904067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alam-sehat.blogspot.com/2008/08/ciplukan.html' title='Ciplukan'/><author><name>ronnie.wicak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10983141717106522667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SKPMyhnSBfI/AAAAAAAAADY/tzzlOY0akeg/s72-c/ciplukan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5477434656776869242.post-2059554071981418498</id><published>2008-08-14T07:58:00.002+07:00</published><updated>2008-08-14T08:01:07.831+07:00</updated><title type='text'>Bunga Pagoda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SKODuyjOehI/AAAAAAAAADA/tKUbhpYo4as/s1600-h/bungapagoda.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SKODuyjOehI/AAAAAAAAADA/tKUbhpYo4as/s320/bungapagoda.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234172031801391634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoPlainText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt; &lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Nama latin:&lt;/strong&gt; Clerodendrum japonicum (Thunb)  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt; &lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Nama daerah&lt;/strong&gt;: Senggugu; Tumbak raja  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;span style="font-family:Georgia;color:#000000;"&gt;Deskripsi tanaman:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;color:#000000;"&gt; Perdu meranggas, tinggi 1-3 m. Batangnya dipenuhi rambut halus. Daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan. Helaian daun berbentuk bulat telur melebar, pangkal daun berbentuk jantung, daun tua bercangap menjari, panjangnya dapat mencapai 30 cm. Bunganya bunga majemuk berwarna merah, terdiri atas bunga kecil-kecil yang berkumpul membentuk piramid, keluar dari ujung tangkai. Buahnya bulat. &lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;span style="font-family:Georgia;color:#000000;"&gt;Habitat:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;color:#000000;"&gt;  Tumbuh di pekarangan rumah atau di tepi jalan &lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Bagian tanaman yang  digunakan:&lt;/strong&gt; Akar  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;; &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Daun  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt; &lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Kandungan kimia&lt;/strong&gt;: Alkoloid; Garam Kalium;  Zat Samak  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt; &lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Khasiat:&lt;/strong&gt; Antiradang; Diuretik; Sedatif;  Hemostatis  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nama simplesia&lt;/span&gt;: Clerodendri  Radix&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;   &lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Resep tradisional:&lt;/strong&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;   &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bisul dan Koreng:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;   &lt;span style="font-style: normal;font-family:Georgia;" &gt;   &lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;Daun bunga pagoda 7 lembar; Madu 25 ml; Air 110    ml, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Diminum pagi dan sore    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;   &lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;color:#000000;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;   &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:Georgia;" &gt;   &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Wasir berdarah:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;color:#000000;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/address&gt; &lt;address&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;   &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;   &lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Akar bunga pagoda 25 g; Air    110 ml, Direbus hingga mendidih, Diminum 2 kali sehari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5477434656776869242-2059554071981418498?l=alam-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alam-sehat.blogspot.com/feeds/2059554071981418498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5477434656776869242&amp;postID=2059554071981418498' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/2059554071981418498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/2059554071981418498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alam-sehat.blogspot.com/2008/08/bunga-pagoda.html' title='Bunga Pagoda'/><author><name>ronnie.wicak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10983141717106522667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SKODuyjOehI/AAAAAAAAADA/tKUbhpYo4as/s72-c/bungapagoda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5477434656776869242.post-697829730339573384</id><published>2008-08-13T07:14:00.003+07:00</published><updated>2008-08-13T07:19:38.422+07:00</updated><title type='text'>Asam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SKInlmzIzAI/AAAAAAAAACo/s089wNjuLq4/s1600-h/2453445451_b735da29ff_o.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 266px; height: 199px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SKInlmzIzAI/AAAAAAAAACo/s089wNjuLq4/s320/2453445451_b735da29ff_o.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233789243981614082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nama latin&lt;/span&gt;:  Tamarindus indica Linn&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nama daerah&lt;/span&gt;:  Tangkal asam; Acem; Celagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Deskripsi tanaman&lt;/span&gt;: Pohon menahun dan besar tingginya mencapai 15 m. Daunnya bersirip genap, setiap tahun antara bulan september - oktober daun-daun itu luruh berganti dengan baru. Bunganya berwarna kuning . Buahnya bentuk polong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Habitat&lt;/span&gt;: Tanaman ini tumbuh liar di daerah-daerah pantai. Banyak juga yang di tanam orang di tepi-tepi jalan sebagai pohon perindang. Didataran rendah 1 - 300 m dpl.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagian tanaman yang digunakan&lt;/span&gt;:  Daging buah; daun muda (sinom) ; kulit kayu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kandungan kimia&lt;/span&gt;: Buah mengandung vitamin A; zat gula; selulosa; asam-asam yang terikat oleh kalium; tartrat; gula invart; pektin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Khasiat&lt;/span&gt;: Laksan; Analgesik; Diaforitik; Laksatif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nama simplesia&lt;/span&gt;: Tamarindori Pulpa Cruda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Resep tradisional&lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);font-size:85%;" &gt;Demam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Asam 2 ruas ibu jari; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);font-size:85%;" &gt;Eksem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Asam 1 ruas ibu jari; rimpang temulawak 4 keping; Air 110 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 110 ml&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Nyeri haid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Asam 1 ruas ibu jari; kunyit 1 jari; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5477434656776869242-697829730339573384?l=alam-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alam-sehat.blogspot.com/feeds/697829730339573384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5477434656776869242&amp;postID=697829730339573384' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/697829730339573384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/697829730339573384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alam-sehat.blogspot.com/2008/08/asam.html' title='Asam'/><author><name>ronnie.wicak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10983141717106522667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SKInlmzIzAI/AAAAAAAAACo/s089wNjuLq4/s72-c/2453445451_b735da29ff_o.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5477434656776869242.post-6790033564996813079</id><published>2008-08-12T09:00:00.001+07:00</published><updated>2008-08-21T07:37:45.299+07:00</updated><title type='text'>KUNYIT/KUNIR</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SJ-dj3W1yeI/AAAAAAAAABk/iDwZh7DkAqg/s1600-h/kunir.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 209px; height: 315px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SJ-dj3W1yeI/AAAAAAAAABk/iDwZh7DkAqg/s320/kunir.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233074531508537826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: trebuchet ms;font-size:85%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;                                                                                                                                                                                                                                                                                                           &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;strong&gt;Nama latin:&lt;/strong&gt; Curcuma domestica                                                                                                      &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;                                                                                                    &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;strong&gt;Nama daerah: &lt;/strong&gt;Kunir; Kunyir; Koneng; Kunyet; Kuning; Kuneh &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;                                                                                                    &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;strong&gt;Deskripsi tanaman:&lt;/strong&gt; Tumbuhan berbatang basah, tingginya sampai 0,75 m, daunnya berbentuk lonjong, bunga majemuk berwarna merah atau merah muda. Tanaman herba tahunan ini menghasilkan umbi utama berbentuk rimpang berwarna kuning tua atau jingga terang. Perbanyakannya dengan anakan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;                                                                                                    &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;strong&gt;Habitat: &lt;/strong&gt;Tumbuh di ladang dan di hutan, terutama di hutan jati. Banyak juga ditanam di perkarangan. dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 2000 m dpl &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;                                                                                                    &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;strong&gt;Bagian tanaman yang digunakan:&lt;/strong&gt; Rimpang                                                                                                      &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;                                                                                                    &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;strong&gt;Kandungan kimia&lt;/strong&gt;: Tumeron; Zingiberon; Seskuiterpena alkohol; Kurkumin; Zat pahit; Lemak hars; Vitamin C &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;                                                                                                    &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;strong&gt;Khasiat:&lt;/strong&gt; Kholagog; Stomakik; Antispasmodik; Anti inflamasi; Anti bakteria; Kholeretik &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;                                                                                                    &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;strong&gt;Nama simplesia:&lt;/strong&gt; Curcumae domesticae Rhizoma&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;address&gt;                                                                                                       &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;strong&gt;Resep tradisional:&lt;/strong&gt;  &lt;/span&gt;                                                                                                     &lt;/address&gt; &lt;address&gt;                                                                                                       &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;  &lt;/span&gt;                                                                                                     &lt;/address&gt; &lt;address&gt;                                                                                                       &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Luka dan kurap&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;                                                                                                     &lt;/address&gt; &lt;address&gt;                                                                                                       &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;Rimpang kunyit 1 jari; Daun asam 1 genggam; Air sedikit, Dipipis, Tempelkan pada luka dan diganti setiap 3 jam &lt;/span&gt;                                                                                                     &lt;/address&gt; &lt;address&gt;                                                                                                       &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;  &lt;/span&gt;                                                                                                     &lt;/address&gt; &lt;address&gt;                                                                                                       &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Mencret&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;                                                                                                     &lt;/address&gt; &lt;address&gt;                                                                                                       &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;Rimpang kunyit 1/2 jari; Rasuk angin 1/2 sendok teh; Ketumbar 3 biji; Buah kayu ules 1 biji; daun trawas 1 helai, Campuran ditumbuk; ditambah air 115 ml dan dididihkan; kemudian disaring, Diminum pagi dan sore; tiap kali minum 100 ml &lt;/span&gt;                                                                                                     &lt;/address&gt; &lt;address&gt;                                                                                                       &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;  &lt;/span&gt;                                                                                                     &lt;/address&gt; &lt;address&gt;                                                                                                       &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Nyeri haid&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;                                                                                                     &lt;/address&gt; &lt;address&gt;                                                                                                       &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;Rimpang kunyit 1 jari; Ketumbar 7 butir; Cengkih 1 butir; Asam kawak; Biji pala, Campuran ditumbuk; ditambah air 110 ml; dan dididihkan; kemudian disaring, Diminum 1 kali sehari 100 ml &lt;/span&gt;                                                                                                     &lt;/address&gt; &lt;address&gt;                                                                                                       &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;  &lt;/span&gt;                                                                                                     &lt;/address&gt; &lt;address&gt;                                                                                                       &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Sakit perut&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;                                                                                                     &lt;/address&gt; &lt;address&gt;                                                                                                       &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;Kunyit dibakar 1 jari; Kulit batang pulosari 1 jari; Ketumbar 7 biji; Seluruh tanaman patikan cina 1 genggam; Air 1 cangkir, Campuran ditumbuk; ditambah air dan dididihkan sampai diperoleh secangkir; disaring, Bayi umur 5-7 bulan; 1 sendok teh/jam; Anak umur 1-2 tahun; diminum 2 kali sehari; 2 sendok makan; Dewasa; sehari minum 3 kali; 1/2 cangkir &lt;/span&gt;                                                                                                     &lt;/address&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5477434656776869242-6790033564996813079?l=alam-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alam-sehat.blogspot.com/feeds/6790033564996813079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5477434656776869242&amp;postID=6790033564996813079' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/6790033564996813079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/6790033564996813079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alam-sehat.blogspot.com/2008/08/kunyit.html' title='KUNYIT/KUNIR'/><author><name>ronnie.wicak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10983141717106522667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SJ-dj3W1yeI/AAAAAAAAABk/iDwZh7DkAqg/s72-c/kunir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5477434656776869242.post-429220832142250016</id><published>2008-08-11T08:51:00.004+07:00</published><updated>2008-08-21T07:35:29.551+07:00</updated><title type='text'>Bratawali</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: center;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SJ-cGk2OgFI/AAAAAAAAABc/PbK1-bsjQ38/s1600-h/tincripa01n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 107px; height: 174px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SJ-cGk2OgFI/AAAAAAAAABc/PbK1-bsjQ38/s320/tincripa01n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233072928812073042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Bratawali, Tanaman              Rambat Obat Malaria&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;    Tanaman lain yang bisa dijadikan sebagai alternatif bahan              obat tradisional adalah bratawali (Tinospora crispa Miers.). Tanaman              ini tumbuh merambat dengan batang sebesar kelingking orang dewasa.              Batangnya dipenuhi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;benjolan-benjolan kecil.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;             Bagian tanaman yang digunakan untuk pengobatan malaria adalah              batangnya. Di dalamnya terkandung alkaloid. Batang ini rasanya              sangat pahit, sehingga binatang pun enggan menyentuhnya. Demikian              pahitnya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;hingga kalau air rebusannya dikonsumsi begitu saja dapat              menyebabkan muntah-muntah. Meski begitu, rebusan ini telah lama              digunakan sebagai obat demam yang sukar diobati. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                Sejak lebih dari setengah abad lampau khasiatnya sebagai obat deman              telah diuji oleh dokter-dokter angkatan bersenjata. Mereka              berkesimpulan khasiatnya baik pada beberapa kasus &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SJ-cGvQ5WJI/AAAAAAAAABU/Ctrrrpk1dM4/s1600-h/brotowali.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SJ-cGvQ5WJI/AAAAAAAAABU/Ctrrrpk1dM4/s320/brotowali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233072931608287378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;demam berselang (mungkin              demam sebagai gejala malaria).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;    Serbuk batang bratawali termasuk bahan yang infusnya bersifat              antipiretik. Sifat inilah yang meringankan penderitaan penderita              malaria. Namun, belum diketahui apakah sifat ini disebabkan alkaloid              yang dikandungnya atau oleh sebab lain. Yang pasti, dalam penelitian              bahan ini tidak menurunkan jumlah eritrosit mencit yang tertular P.              berghei.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;    Untuk menjadikannya sebagai obat tunggal tradisional diperlukan tiga              per empat jari batang bratawali segar. Batang itu dipotong-potong              seperlunya lalu direbus di dalam empat setengah gelas minum air              hingga tinggal separuhnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;    Air rebusan disaring, diberi pemanis gula atau madu secukupnya.              Hasilnya siap diminum sebagai obat oral. Tiap hari penderita              dianjurkan meminumnya tiga kali, masing-masing tiga per empat gelas              minum. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;             (budi imansyah s, penulis adalah anggota HAKLI)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;http://www.sinarharapan.co.id/berita/0609/15/ipt04.html &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5477434656776869242-429220832142250016?l=alam-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alam-sehat.blogspot.com/feeds/429220832142250016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5477434656776869242&amp;postID=429220832142250016' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/429220832142250016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/429220832142250016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alam-sehat.blogspot.com/2008/08/bratawali.html' title='Bratawali'/><author><name>ronnie.wicak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10983141717106522667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SJ-cGk2OgFI/AAAAAAAAABc/PbK1-bsjQ38/s72-c/tincripa01n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5477434656776869242.post-6495722244491880216</id><published>2008-08-07T10:56:00.006+07:00</published><updated>2008-08-21T07:28:16.941+07:00</updated><title type='text'>Tumere Jahe</title><content type='html'>&lt;h1  style="font-weight: normal; text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:georgia;" class="firstHeading"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jahe&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Jahe&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;Zingiber officinale&lt;/i&gt;), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya b&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SJpzTwGKenI/AAAAAAAAAA0/9x3P0Y5Nl4g/s1600-h/200px-Gingembre.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 168px; height: 106px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SJpzTwGKenI/AAAAAAAAAA0/9x3P0Y5Nl4g/s320/200px-Gingembre.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231620700309715570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;erbentuk jemari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zingeron&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Zingeron (belum dibuat)"&gt;zingeron&lt;/a&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yunani" title="Yunani"&gt;Yunani&lt;/a&gt; &lt;i&gt;zingiberi&lt;/i&gt;, dari bahasa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sansekerta" class="mw-redirect" title="Sansekerta"&gt;Sansekerta&lt;/a&gt;, &lt;i&gt;singaberi&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lebih lanjut silahkan menuju ke &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jahe"&gt;Klik=&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5477434656776869242-6495722244491880216?l=alam-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alam-sehat.blogspot.com/feeds/6495722244491880216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5477434656776869242&amp;postID=6495722244491880216' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/6495722244491880216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/6495722244491880216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alam-sehat.blogspot.com/2008/08/tumere-jahe.html' title='Tumere Jahe'/><author><name>ronnie.wicak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10983141717106522667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SJpzTwGKenI/AAAAAAAAAA0/9x3P0Y5Nl4g/s72-c/200px-Gingembre.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5477434656776869242.post-396662997647814176</id><published>2008-08-06T13:35:00.007+07:00</published><updated>2008-08-21T07:27:30.401+07:00</updated><title type='text'>Sirih Merah euy...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SJlHVWMt1gI/AAAAAAAAAAs/tzaTpNu6hXI/s1600-h/sirih_merah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SJlHVWMt1gI/AAAAAAAAAAs/tzaTpNu6hXI/s320/sirih_merah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231290874229282306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);font-size:100%;" &gt;SIRIH MERAH SEBAGAI TANAMAN OBAT MULTI FUNGSI&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                        &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;color:black;"  &gt;Tanaman sirih merah (&lt;/span&gt;&lt;i  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Piper crocatum&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;color:black;"  &gt;) termasuk dalam famili &lt;/span&gt;&lt;i  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Piperaceae,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;color:black;"  &gt; tumbuh merambat dengan bentuk daun menyerupai hati dan bertangkai, yang tumbuh berselang-seling dari batangnya serta penampakan daun yang berwarna merah keperakan dan mengkilap. Dalam daun sirih merah terkandung senyawa fito-kimia yakni alkoloid, saponin, tanin dan flavonoid. Sirih merah sejak dulu telah digunakan oleh masyarakat yang berada di Pulau Jawa sebagai obat untuk meyem-buhkan berbagai jenis penyakit dan merupakan bagian dari acara adat. Penggunaan sirih merah dapat digunakan dalam bentuk segar, simplisia maupun ekstrak kapsul. Secara empiris sirih merah dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit seperti diabetes militus, hepatitis, batu ginjal, menurunkan kolesterol, mencegah stroke, asam urat, hipertensi, radang liver, radang prostat, radang mata, keputihan, maag, kelelahan, nyeri sendi dan memperhalus kulit. Hasil uji praklinis pada tikus dengan pemberian ekstrak hingga dosis 20 g/kg berat badan, aman dikonsumsi dan tidak bersifat toksik. Sirih merah banyak digunakan pada klinik herbal center sebagai ramuan atau terapi bagi penderita yang tidak dapat disembuhkan dengan obat kimia. Potensi sirih merah sebagai tanaman obat multi fungsi sangat besar sehingga perlu ditingkatkan dalam penggunaannya sebagai bahan obat moderen.&lt;br /&gt;Tanaman sirih mempunyai banyak spesies dan memiliki jenis yang beragam, seperti sirih gading, sirih hijau, sirih hitam, sirih kuning dan sirih merah. Semua jenis tanaman sirih memiliki ciri yang hampir sama yaitu tanamannya merambat dengan bentuk daun menyerupai hati dan bertangkai yang tumbuh berselang seling dari batangnya.&lt;br /&gt;Sirih merah (&lt;/span&gt;&lt;i  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Piper crocatum&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;color:black;"  &gt;) adalah salah satu tanaman obat potensial yang sejak lama telah di-ketahui memiliki berbagai khasiat obat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit, disamping itu juga memiliki nilai-nilai spritual yang tinggi. Sirih merah termasuk dalam satu elemen penting yang harus disediakan dalam setiap upacara adat khususnya di Jogyakarta. Tanaman ini termasuk di dalam&lt;/span&gt;&lt;i  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;color:black;"  &gt;famili&lt;/span&gt;&lt;i  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Piperaceae&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;color:black;"  &gt; dengan penampakan daun yang berwarna merah keperakkan dan mengkilap saat kena cahaya.&lt;br /&gt;Sirih merah tumbuh merambat di pagar atau pohon. Ciri khas tanaman ini adalah berbatang bulat berwarna hijau keunguan dan tidak berbunga. Daunnya bertangkai membentuk jantung hati dan bagian ujung daun meruncing. Permukaan daun meng-kilap dan tidak merata. Yang mem-bedakan dengan sirih hijau adalah selain daunnya berwarna merah keperakan, bila daunnya disobek maka akan berlendir serta aromanya lebih wangi.&lt;br /&gt;Ramuan sirih merah telah lama dimanfaatkan oleh lingkungan kraton Yogyakarta sebagai tanaman obat yang beguna untuk &lt;i style=""&gt;ng&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="color:black;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;di salir&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="color:black;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;color:black;"  &gt;. Pada tahun 1990-an sirih merah difungsikan sebagai tanaman hias oleh para hobis, karena penampilannya yang menarik. Permukaan daunnya merah keperakan dan mengkilap. Pada tahun-tahun terakhir ini ramai dibicarakan dan dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Dari beberapa pengalaman, diketahui sirih merah memiliki khasiat obat untuk berbagai penyakit. Dengan ramuan sirih merah telah banyak masyarakat yang tersembuhkan dari berbagai pe-nyakit. Oleh karena itu banyak orang yang ingin membudidayakannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;br /&gt;Aspek budidaya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;color:black;"  &gt;    Sirih merah dapat diperbanyak secara vegetatif dengan penyetekan atau pencangkokan karena tanaman ini tidak berbunga. Penyetekan dapat dilakukan dengan menggunakan sulur dengan panjang 20-30cm. Sulur sebaiknya dipilih yang telah mengeluarkan akar dan mempunyai 2-3 daun atau 2-3 buku. Untuk mengurangi penguapan, daun dikurangi sebagian atau buang seluruhnya. Sulur diambil dari tanaman yang sehat dan telah berumur lebih dari setahun. Cara perbanyakan dengan dengan setek dapat dilakukan dengan me-nyediakan media tanam berupa pasir, tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1:1, media tersebut dimasukkan ke dalam polibeg berdi ameter 10 cm yang bagian bawahnya sudah dilubangin. Setek yang telah dipotong-potong direndam dalam air bersih selama lebih kurang 15 menit. Setek ditanam pada poli-beg yang telah berisi media tanam. Letakkan setek ditempat yang teduh dengan penyinaran matahari lebih kurang 60%.&lt;br /&gt;Perbanyakan dengan cara pencangkokan dilakukan dengan me-milih cabang yang cukup tua kira-kira 15cm dari batang pokoknya, kemudian cabang tersebut diikat atau dibalut ijuk atau sabut kelapa yang dapat menghisap air. Pencangkokan tidak perlu mengupas kulit batang. Cangkok diusahakan selalu basah agar akarnya cepat tumbuh dan berkembang. Cangkok dapat dipotong dan ditanaman di polibeg apabila akar yang muncul sudah banyak. Untuk tempat menjalar dibuat ajir dari batang kayu atau bambu. Penyiraman dilakukan satu sampai dua kali dalam sehari tergantung cuaca.&lt;br /&gt;Penanaman di lapangan dilakukan pada awal musim hujan dan sebagai tiang panjat dapat digunakan tanaman dadap dan kelor. Jarak tanam dapat digunakan 1x1m, 1x1,5m tergantung kondisi lahan.&lt;br /&gt;Sirih merah dapat beradaptasi dengan baik di setiap jenis tanah dan tidak terlalu sulit dalam pemeliharaannya. Selama ini umumnya sirih merah tumbuh tanpa pemupukan. Yang penting selama pertumbuhannya di lapangan adalah pengairan yang baik dan cahaya matahari yang diterima sebesar 60 - 75%.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;Penangan pasca panen&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Tanaman sirih merah siap untuk dipanen minimal berumur 4 bulan, pada saat ini tanaman telah mempunyai daun 16-20 lembar. Ukuran daunnya sudah optimal dan panjangnya mencapai 15-20cm. Daun yang akan dipanen harus cukup tua, bersih dan warnanya mengkilap karena pada saat itu kadar bahan aktifnya sudah tinggi. Cara pemetikan dimulai dari daun tanaman bagian bawah menuju atas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Setelah dipetik, daun disortir dan direndam dalam air untuk membersikan kotoran dan debu yang me-nempel, kemudian dibilas hingga bersih dan ditiriskan. Selanjutnya daun dirajang dengan pisau yang tajam, bersih dan steril, dengan lebar irisan 1 cm. Hasil rajangan dikering anginkan di atas tampah yang telah dialas kertas sampai kadar airnnya di bawah 12%, selama lebih kurang 3-4 hari. Rajangan daun yang telah kering dimasukkan ke dalam kan-tong plastik transparan yang kedap air, bersama-sama dimasukan silika gel untuk penyerap air, kemudian ditutup rapat. Kemasan diberi label tanggal pengemasan selanjutnya di-simpan di tempat kering dan bersih. Dengan penyimpanan yang baik simplisia sirih merah dapat bertahan sampai 1 tahun.&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Cara penggunaan simplisia sirih merah yaitu dengan merebus sebanyak 3-4 potongan rajangan dengan satu gelas air sampai mendidih. Setelah mendidih, rebusan tersebut disaring dan didinginkan. Penggunaan sirih merah dapat dilakukan selain dalam bentuk simplisia juga dalam bentuk teh, serbuk, dan ekstrak kapsul.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Pembuatan serbuk sirih merah yaitu diambil dari simplisia yang telah kering kemudian digiling dengan menggunakan grinder men-capai ukuran 40 mesh. Pengemasan dilakukan pada kantong plastik transparan dan diberi label. Sedang-kan ekstrak kapsul dibuat dari hasil serbuk yang di ekstrak dengan menggunakan etanol 70%. Ekstrak kental yang didapat ditambahkan bahan pengisi tepung beras 50% dan dikeringkan dengan menggunakan oven pada suhu 40&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;C, setelah kering dimasukkan ke dalam kapsul.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;Kandungan kimia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Tanaman memproduksi berbagai macam bahan kimia untuk tujuan tertentu, yang disebut dengan metabolit sekunder. Metabolit sekunder tanaman merupakan bahan yang tidak esensial untuk kepentingan hidup tanaman tersebut, tetapi mempunyai fungsi untuk berkompetisi dengan makhluk hidup lainnya. Metabolit sekunder yang diproduksi tanaman bermacam-macam seperti &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;alkaloid, terpenoid, isoprenoid, flavonoid, cyanogenic, glucoside, glucosinolate&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;non protein amino acid&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;. Alkaloid merupakan metabolit sekunder yang paling banyak di produksi tanaman. Alkaloid adalah bahan organik yang mengandung nitrogen sebagai bagian dari sistim heterosiklik. Nenek moyang kita telah memanfaatkan alkaloid dari tanaman sebagai obat. Sampai saat ini semakin banyak alkaloid yang ditemukan dan diisolasi untuk obat moderen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Para ahli pengobatan tradisional telah banyak menggunakan tanaman sirih merah oleh karena mempunyai kandungan kimia yang penting untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Dalam daun sirih merah terkandung senyawa fitokimia yakni alkoloid, saponin, tanin dan flavonoid. Dari buku ”A review of natural product and plants as potensial antidiabetic” dilaporkan bahwa senyawa alko-koloid dan flavonoid memiliki ak-tivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Kandungan kimia lainnya yang terdapat di daun sirih merah adalah minyak atsiri, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol, allylprokatekol, karvakrol, eugenol, pcymene, cineole, caryofelen, kadimen estragol, ter-penena, dan fenil propada. Karena banyaknya kandungan zat/senyawa kimia bermanfaat inilah, daun sirih merah memiliki manfaat yang sangat luas sebagai bahan obat. Karvakrol bersifat desinfektan, anti jamur, sehingga bisa digunakan untuk obat antiseptik pada bau mulut dan keputihan. Eugenol dapat di-gunakan untuk mengurangi rasa sakit, sedangkan tanin dapat diguna-kan untuk mengobati sakit perut.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;Sirih merah sebagai tanaman obat multi fungsi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Sejak jaman nenek moyang kita dahulu tanaman sirih merah telah diketahui memiliki berbagai khasiat obat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit, di samping itu sirih merah memiliki nilai-nilai spiritual yang tinggi. Sirih merah diperguna-kan sebagai salah satu bagian penting yang harus disediakan dalam setiap upacara adat ”ngadi salir&lt;/span&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="color:black;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;”. Air rebusannya yang mengandung antiseptik digunakan untuk menjaga kesehatan rongga mulut dan menyembuhkan penyakit keputihan serta bau tak sedap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Penelitian terhadap tanaman sirih merah sampai saat ini masih sangat kurang terutama dalam pengembang-an sebagai bahan baku untuk biofarmaka. Selama ini pemanfaatan sirih merah di masyarakat hanya berdasarkan pengalaman yang dilakukan secara turun temurun dari orang tua kepada anak atau saudara ter-dekat secara lisan. Di Jawa, terutama di Kraton &lt;/span&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="color:black;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;ogyakarta, tanaman sirih merah telah dikonsumsi sejak dahulu untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Bedasarkan pengalaman suku Jawa tanaman sirih merah mempunyai manfaat menyembukan penyakit ambeien, keputihan dan obat kumur, alkaloid di dalam sirih merah inilah yang berfungsi sebagai anti mikroba.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Selain bersifat antiseptik sirih merah juga bisa dipakai mengobati penyakit diabetes, dengan meminum air rebusan sirih merah setiap hari akan menurunkan kadar gula darah sampai pada tingkat yang normal. Kanker merupakan penyakit yang cukup banyak diderita orang dan sangat mematikan, dapat disembuh-kan dengan menggunakan serbuk atau rebusan dari daun sirih merah. Beberapa pengalaman di masyarakat menunjukkan bahwa sirih merah dapat menurunkan penyakit darah tinggi, selain itu juga dapat menyem-buhkan penyakit hepatitis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Sirih merah dalam bentuk teh herbal bisa mengobati asam urat, kencing manis, maag dan kelelahan, ini telah dilakukan oleh klinik herbal senter yang ada di Jogyakarta, di mana pasiennya yang berobat sembuh dari diabetes karena mengkonsumsi teh herbal sirih merah. Sirih merah juga sebagai obat luar dapat memperhalus kulit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Secara empiris diketahui tanaman sirih merah dapat menyembuhkan penyakit batu ginjal, kolesterol, asam urat, serangan jantung, stroke, radang prostat, radang mata, masuk angin dan nyeri sendi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Hasil uji praklinis pada tikus dengan pemberian ekstrak hingga dosis 20 g/kg berat badan, aman dikonsumsi dan tidak bersifat toksik, pada dosis tersebut mampu menurunkan kadar glukosa darah tikus sebesar 34,3%. Lebih tinggi penurunannya dibandingkan dengan pemberian obat anti diabetes militus komersial Daonil 3,22 mml/kg yang hanya menurunkan 27% glukosa darah tikus. Hasil uji praklinis pada tikus, dapat di pakai sebagai acuan penggunaan pada orang yang men-derita kencing manis. Saat ini sudah cukup banyak klinik herbal center yang menggunakan sirih merah sebagai ramuan atau terapi yang berkhasiat dan manjur untuk penyembuhan berbagai jenis penyakit &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Tanaman sirih merah mempunyai banyak manfaat dalam pengobatan tradisional, mempunyai potensi menyembukan berbagai jenis penyakit. Banyak pengalaman bahwa menggunakan sirih merah dalam bentuk segar, simplisia maupun ekstrak kapsul dapat menyembuhkan penyakit diabetes militus, hepatitis, batu ginjal, menurunkan kolesterol, mencegah stroke, asam urat, hipertensi, radang liver, radang prostat, radang mata, keputihan, maag, kelelahan, nyeri sendi dan memperhalus kulit. Tanaman sirih merah dapat dapat beradaptasi dengan baik di setiap jenis tanah sehingga mudah dikembangkan dalam skala besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;color:black;" &gt;(Sumber: Feri Manoi, Warta Puslitbangbun Vol.13 No. 2, Agustus 2007).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5477434656776869242-396662997647814176?l=alam-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alam-sehat.blogspot.com/feeds/396662997647814176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5477434656776869242&amp;postID=396662997647814176' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/396662997647814176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/396662997647814176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alam-sehat.blogspot.com/2008/08/sirih-merah-euy.html' title='Sirih Merah euy...'/><author><name>ronnie.wicak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10983141717106522667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ddvTIKAEw8k/SJlHVWMt1gI/AAAAAAAAAAs/tzaTpNu6hXI/s72-c/sirih_merah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5477434656776869242.post-3867359756814789488</id><published>2008-08-06T10:01:00.003+07:00</published><updated>2008-08-21T07:25:32.207+07:00</updated><title type='text'>Khasiat Bengkoang</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;BEBERAPA KHASIAT BENGKOANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1.         INFORMASI TENTANG BENGKOANG&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    BENGKOANG KAYA PROTEIN DI AFRIKA?CropBiotech Update (05/11/2007, 11:30:03)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bengkoang, tanaman sayuran berumbi yang tumbuh di Amerika Selatan dan Tengah, Asia Selatan, Asia Timur dan Asia Pasifik merupakan suatu sumber protein dan minyak benih yang digunakan dalam industri makanan di wilayah-wilayah ini. Séraphin Zanklan, seorang ilmuwan di Centre Songhai di Porto-Novo, Benin, menyelidiki tanaman bengkoang untuk potensi tumbuhnya dan potensi produksi makanan dalam kondisi iklim Afrika Barat. Dalam sebuah artikel yang akan dipublikasikan dalam jurnal Crop Science, Zanklan melaporkan bahwa terdapat sekitar 34 genotipe bengkoang tumbuh dengan dan tanpa perpindahan bunga pada satu tempat kering dan tempat teririgasi. Dari 33 sifat yang diukur, hampir semua menunjukkan variasi genetika yang besar. Sebagai tambahan, penyebaran yang mudah dari benih-benihnya membuat tanaman ini sangat diinginkan oleh para pemulia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Email Sara Uttech dari American Society of Agronomy di suttech@agronomy.org untuk informasi tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2.         PENANGKAL BIANG KERINGAT&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    Teriknya matahari musim panas sudah mulai kembali mengakrabi kulit. Tidak hanya menyengat dan membuat kepanasan, kadang keringat yang membanjiri tubuh juga tidak lantas berhenti sampai di situ saja.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kulit dan keringat seringkali menjadi satu masalah tersendiri bila sudah masuk musim panas. Mungkin Anda ingat semasa kecil pernah menjadi salah satu anak yang merasa risih dan gatal karena biang keringat. Atau malah mungkin sampai kini pun masalah mengganggu itu kadang kembali mengunjungi saat musim panas tiba?&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Masalah ruam kulit kemerahan dan gatal dan biasanya berbentuk bintil-bintil kecil ini mungkin memang tidak se-crucial seperti rombongan jerawat di wajah, tapi tetap saja mengganggu kan? Menaburinya dengan bedak sambil menggaruk malah bisa-bisa meninggalkan bekas kehitaman pada kulit. Untuk mengatasi masalah itu, alam ini telah memberikan solusi yang sangat jitu. Kami bocorkan resep turun-temurunnya untuk Anda. Yuk, cabut dari kebun sendiri jika ada, atau beli dari pasar, ubi jalar dan bengkoang.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mulai meracik! Potong ubi jalar dan bengkoang diparut secukupnya. Tambahkan air pada hasil parutan dan aduk merata. Peras ‘adonan’ parutan tersebut seperti halnya Anda sedang membuat santan Biarkan air perasan tersebut selama beberapa menit untuk mengendapkan ampasnya. Hasil endapan ampas itu akan berubah menyerupai tepung.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aplikasikan: Oleskan tepung endapan ampas tersebut pada daerah kulit Anda yang diserang biang keringat. Lakukan rutin setiap malam sampai biang keringatnya hilang sama sekali. (sukawati)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3.         SETARA KEDELAI DALAM MENGHAMBAT PROSES PENUAAN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    Staf pengajar Fakultas Kedokteran Undip Semarang Dr dr Prasetyowati, SpKK di Semarang, Selasa menjelaskan, hasil penelitian terhadap 30 responden yang diberi kapsul berisi ekstrak isoflavon kedelai tempe selama tiga bulan, ternyata kulitnya lebih kenyal dibanding kelompok kontrol yang tidak diberi ekstrak isoflavon.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Prasetyowati yang akhir pekan lalu meraih gelar doktor atas penelitian isoflavon ini mengemukakan, hormon ekstrogen dalam isoflavon kedelai bisa menghambat penuaan. "Mengonsumsi kedelai untuk menjaga kecantikan selain murah juga aman. Jangan tergiur dengan rayuan iklan yang menjanjikan hasil cepat dengan bahan kimiawi," katanya mengingatkan.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Karena itu, ia menyarankan kaum hawa menggunakan bahan alami ini sebagai resep menjaga badan tetap sehat dan cantik di usia paruh baya. "Isoflavon selain terdapat pada kedelai, juga ada di bengkoang," katanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    Menurut dia, wanita paruh baya setiap hari paling tidak membutuhkan 50-100 miligram isoflavon/hari. Bila setiap 60 gram tempe mengandung 10 mg isoflavon, maka perempuan pada usia senja harus lebih banyak mengonsumsi tahu dan tempe. Ia menambahkan, kasiat isoflavon bukan hanya berguna bagi kaum Hawa. Bagi pria, menurut Prasetyowati, pemberian kapsul isoflavon pada kaum Adam bisa mencegah kanker prostat.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Jadi, kaum Hawa dan kaum Adam yang memasuki usia 40 tahun, disarankan lebih banyak makan tahu dan tempe atau bengkoang yang banyak mengandung isoflavon," katanya. (Ant/OL-1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4.         SEMBUHKAN BISUL&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;12 February 2005&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    Ajaibnya, entah karena sudah bosan menghinggapi saya atau ada sebab musabab lainnya, bisul-bisul itu pelan-pelan menghilang, tak lagi tumbuh di tubuh saya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tahun 2000 lalu, ketika banyak orang memusatkan perhatian pada bakal datangnya milenium baru, saya justru kena musibah. Hampir sepanjang tahun itu, bisul selalu menyerang tubuh saya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    Penyakit yang konon disebabkan oleh darah kotor ini tumbuh silih berganti di sekujur tubuh saya. Ibarat tentara, mereka seperti pasukan Sekutu yang menyerang Irak dari segala penjuru, tanpa pernah khawatir kehabisan pasokan logistik.Bisul itu tumbuh di pantat, kaki, tangan, bahkan kepala. Tentu saja saya pusing tujuh keliling menghadapi serangan ini. Betapa tidak, satu bisul sembuh, yang lainnya tumbuh. Berbagai upaya sudah dicoba untuk menghentikan berkembangnya bisul-bisul tak diundang itu. Namun hasilnya nihil. Di antara terapi yang pernah saya lakukan, menyisipkan garam setelah bisul pecah. Toh, usaha terakhir yang lumayan menyiksa ini pun tak banyak membantu.Akhirnya, di tengah keputusasaan, saya mendatangi bidan desa. Sialnya, (barangkali sudah menjadi nasib saya untuk selalu bisulan) stok obat bisul di Puskesmas sedang habis tak bersisa. Alih-alih memberi obat pengganti, Bu Bidan malah menyarankan saya untuk rajin mengonsumsi bengkoang yang pohonnya banyak tumbuh di desa saya. Karena sudah putus asa, saran itu kujalani juga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    Ajaibnya, entah karena sudah bosan menghinggapi saya atau ada sebab musabab lainnya, bisul-bisul itu pelan-pelan menghilang, tak lagi tumbuh di tubuh saya. Peristiwa itu terjadi sejak saya rajin makan bengkoang. Mungkinkah bengkoang bisa digunakan sebagai pembersih darah, di samping khasiatnya yang telah tersohor sebagai pemutih kulit? Untuk memastikannya, tentu perlu diadakan penelitian medis lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sumber: Intisari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5.         SEMBUHKAN KECANDUAN NAPZA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saturday, 17 November 2007 ,Jombang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    Pantas bila Guruh Rama Rendra, 33, nyaris putus asa. Bertahun-tahun kecanduan napza (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif), lelaki yang tinggal di Jakarta ini bertekad berhenti. Tetapi tidak mudah. Berbagai cara dicoba, Guruh kembali mengonsumsi napza.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hampir saja Guruh merelakan nyawanya direnggut pengaruh napza ketika kerabatnya setengah menyeret ke Jombang. Di rumah Bagus Idi Widjoyo, 44, pemuda itu pasrah bongkokan. Entah sudah berapa metode yang dipakai tetapi selalu membuatnya kembali kecanduan. Karena ingin sembuh, Guruh manut dengan cara yang disodorkan Bagus.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    Agak aneh juga ketika pecandu putauw ini melihat Bagus memberi terapi. Dia hanya ditangani dengan bengkoang, bengkoang, dan bengkoang. Buah sederhana yang murah dan mudah didapat ini digunakan sebagai penawar sakauw (sakit karena ketagihan). Pasien, begitu orang seperti Guruh disebut, harus menjalani hidup alami. Artinya, apa yang dimakan dan diminum harus alami. Pasien wajib makan bengkoang, jambu mete, dan minum air kelapa hijau.Tentu sangat sulit beradaptasi dengan makanan alami yang tidak lazim dikonsumsi sehari-hari. Tetapi inilah gaya penyembuhan di Yayasan Qolbin Saliim, Desa Brudu, Kecamatan Sumobito, Jombang. “Semua ada aturannya dan menggunakan doa khusus,” kata Bagus.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    Baru setelah pasien bisa diajak berkomunikasi, giliran dilakukan penyembuhan mental. Guruh diajak zikir dan salat. Tak hanya itu, pasien juga diajak bersosialisasi dengan tetangga. Aktivitas sehari-hari menjadi bagian dari terapi. Jadi tak heran bila melihat ada anak muda berwajah kota sedang mengangkut rumput pakan sapi. Mengusap sapi dan merawatnya dengan benar diyakini ikut membantu kesembuhan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    Sebagai lembaga rehabilitasi narkoba, secara fisik bangunan Yayasan Qolbin Saliim sama sekali tidak istimewa. Surya yang bertandang ke lokasi Rabu (14/11) sore, hanya melihat rumah sederhana dengan cat didominasi warna coklat. Halaman di samping kiri cukup luas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tempat rehabilitasi itu juga sekaligus sebagai rumah tinggal Bagus. Di samping kanan, menyatu dengan bangunan rumah, terdapat musala yang tidak besar, kalau tidak bisa dikatakan mini. Di dalam rumah juga tak terlihat kamar-kamar tempat pasien. Yang ada, justru kandang sapi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di ruang tamu memanjang, tak tampak atribut yang menunjukkan itu adalah pusat rehabilitasi napza yang memiliki banyak pasien dari luar kota. Kamar yang ada hanya ada satu karena dengan cara yang diberikan pada Guruh, Bagus tak bisa menampung banyak. Semua harus ditangani sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    Karena itu banyak pasien yang memilih “rawat jalan”. Tetapi bila ada pasien yang tak tertampung di rumahnya, Bagus memanfaatkan para tetangga untuk dititipi pasien. Ini terutama yang datang dari luar kota yang jauh.“Sekarang yang masih ditangani dari Jakarta, Surabaya, dan Tulungagung,” kata Bagus yang baru saja menangani putra salah seorang perwira menengah sebuah instansi di Jatim. “Anak itu sudah sembuh total,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bagus mengelak menyebut angka sebagai biaya pengobatan. Tetapi jelas tidak gratis karena bengkoang, kelapa hijau, dan jambu mete harus dibeli. Bengkoang memang sepele tetapi bila tidak musim bisa keluar masuk pasar mencarinya. Begitu juga kelapa hijau. Yang dibutuhkan bukan kelapa hijau biasa, tetapi yang memiliki kop (kelopak pada pangkal tangkai) dengan warna merah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    Dengan terapi ini, pasien biasanya sembuh dalam 3-6 bulan. Ikhwal bengkoang, kelapa hijau, dan jambu mete dipelajari dari kakeknya yang menjadi dukun terkenal, Noto. Keahlian alami ini diolah kembali dengan berguru pada Moh Faruk Adenan, Ketua Umum Pusat Yayasan Qolbin Saliim di Sidoarjo.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    Kesembuhan selalu menjadi kebahagiaan bagi pasien dan keluarganya. Tak jarang pasien mendapat “bonus”. Para tetangga yang dititipi akhirnya menjadikan pasien sebagai menantu. Malu-malu, Guruh yang sudah dinyatakan sembuh total ini mengaku sudah “diminta” menjadi menantu tetangga Bagus. Tetapi pemuda yang sekarang menjadi wartawan sebuah situs berita bulanan ini belum menyatakan kesanggupan, walau saat ini dia juga belum ingin kembali ke Jakarta./Sutono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;6.         UNTUK KECANTIKAN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    Gunakan saja bahan alami untuk merawat kecantikan kulit wajah. Banyak sekali alternatif untuk merawat kondisi kulit wajah agar tetap sehat dan kencang tanpa perlu menguras dana. Siapa yang tidak mau punya kulit putih bersih. Bukan hanya wanita yang mendambakan, kebanyakan pria juga menginginkannya. Seringnya kita beraktifitas sampai-sampai lupa pada kulit. Sengatan sinar matahari adalah musuh terbesar kulit kita. Lebih baik jangan sampai lupa merawat kulit, karena kulit merupakan bagian yang penting pada tubuh. Bengkoang justru yang paling baik untuk urusan warna kulit. Ada beberapa resep kecantikan yang sangat mudah dan murah yang bisa anda lakukan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;a)        Menghilangkan Flek-flek Hitam Bekas Jerawat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    JAKARTA – Jerawat merupakan jenis penyakit kulit yang biasa ditemukan di semua kalangan, terutama remaja. Penyebabnya antara lain faktor keturunan, ketidakseimbangan hormon, bakteri, tekanan psikologis, dan cuaca.Umumnya jerawat muncul pada masa remaja, tapi tidak jarang orang dewasa yang mengalaminya. Bagi kaum perempuan jerawat bisa muncul apabila datang haid atau hamil dan bisa muncul di bagian tubuh mana saja, tidak hanya di wajah. Selain itu alergi terhadap obat tertentu juga dapat merangsang tumbuhnya jerawat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Munculnya jerawat juga sering dikaitkan dengan konsumsi makanan tertentu seperti kacang-kacangan, cokelat, atau goreng-gorengan. Meski demikian belum ada hasil penelitian yang menguatkan dugaan ini.Semua tipe jerawat baik komedo, jerawat biasa, maupun jerawat batu memang sangat mengganggu. Jerawat jenis komedo dapat dihilangkan dengan masker peel off dari gelatin buatan sendiri. Bahan-bahannya: satu sendok makan bubuk gelatin yang bisa dibeli di pasar swalayan, dua sendok makan susu cair dingin, dan satu butir putih telur. Susu cair dingin dan gelatin dicampur lalu dipanaskan, jaga jangan sampai menggumpal. Setelah leleh, dinginkan sampai hangat, lalu campurkan dengan putih telur. Oleskan adonan tadi ke wajah, kecuali seputar mata dan bibir.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    Yang meresahkan para remaja putri adalah flek-flek hitam di wajah yang ditinggalkan oleh jerawat. Flek-flek hitam di wajah bekas jerawat dapat dihilangkan dengan masker jagung (Zea mays) muda atau bengkoang. Parutan jagung muda atau bengkoang dioleskan ke bagian-bagian yang hitam lalu diamkan sampai mengering.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;b)        Masker Wajah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    Wajah yang mulus dan bebas jerawat sudah bikin senang dan puas? Supaya kulit wajah sehat dan oke, jangan lupa ikuti langkah-langkah ini!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lakukan perawatan di bawah ini dua minggu sekali, dan rasakan bedanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;TERBUAT DARI: Lumpur, rumput laut, bengkoang, atau buah-buahan.COCOK UNTUK: Kulit bermasalah, seperti punggung jerawatan. Oke juga untuk kamu yang aktif dan sering berada di luar ruangan, karena bisa menggantikan nutrisi yang hilang akibat pencemaran udara.&lt;br /&gt;HASILNYA: Masker adalah perawatan yang paling intensif karena tidak digosokkan dan didiamkan cukup lama pada kulit. Dibanding lulur dan scrub, khasiatnya lebih terserap sehingga kulit lebih sehat, bersih dan kencang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;c)        Lulur Saat Mandi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    Wajah yang mulus dan bebas jerawat sudah bikin senang dan puas? Eits, tunggu dulu, Bagaimana dengan kulit tubuh, sudah bersih belum? Supaya kulit sehat dan oke, jangan lupa ikuti langkah-langkah ini!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    Lakukan perawatan di bawah ini dua minggu sekali, dan rasakan bedanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selalu lakukan perawatan setelah mandi, karena pada saat itu pori-pori sedang terbuka sehingga khasiatnya lebih meresap. Selain itu, setelah perawatan, tinggal bilas saja alias tidak perlu mandi lagi!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Supaya kotoran dan daki terangkat maksimal, saat melakukan lulur dan scrub, gosok badan dengan gerakan melingkar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;LulurTERBUAT DARI: Kunyit, atau bengkoang. Kalau ingin kulit kuning langsat, pilih lulur kunyit, dan pilih bengkoang kalau ingin kulit putih.COCOK UNTUK: Semua jenis kulit, terutama kulit remaja.&lt;br /&gt;HASILNYA: Setelah luluran, sel-sel kulit mati beserta kotoran akan hilang, dan kulit akan segera memproduksi sel kulit baru yang sehat secara alami. Kulit jadi bebas daki, halus dan wangi!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;d)        Memperindah Kantung Mata&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk menghilangkan noda hitam pada kantung mata, silakan coba resep berikut:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;* Telur&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;* Dua sendok makan madu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;* Bengkoang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Blender semua menjadi satu. Lalu oleskan dibawah mata Anda, tepatnya dibawah kantung mata. Lakukan dua kali sehari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sumber : www.agung-smk-turen.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5477434656776869242-3867359756814789488?l=alam-sehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alam-sehat.blogspot.com/feeds/3867359756814789488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5477434656776869242&amp;postID=3867359756814789488' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/3867359756814789488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5477434656776869242/posts/default/3867359756814789488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alam-sehat.blogspot.com/2008/08/khasiat-bengkoang.html' title='Khasiat Bengkoang'/><author><name>ronnie.wicak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10983141717106522667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
